UPDATE Jumlah Korban Jiwa Kini 135 , 5.000+ Luka-Luka

Mandiri NEWS, Pemerintah Lebanon menetapkan seluruh pejabat pelabuhan Beirut yang mengawasi penyimpanan amonium nitrat sejak tahun 2014, menjadi tahanan rumah pasca ledakan dahsyat di wilayah tersebut,  Rabu (5/8).

Berdasarkan laporan terkini Kementerian Kesehatan Lebanon, seperti diwartakan Al Arabiya, Rabu (5/8), jumlah korban jiwa dalam ledakan Beirut telah mencapai angka 135 nyawa. Sementara korban luka-luka, ada 5.000 orang.

Tak jelas berapa orang pejabat yang akan menjadi tahanan rumah, dan apa level senioritasnya. Yang pasti, pemerintah Lebanon akan menerjunkan tentara untuk memantau langsung para tahanan rumah tersebut. Sampai ditemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
 
Atas peristiwa tragis ini, pemerintah Lebanon mengumumkan status keadaan darurat selama dua pekan.

Presiden Lebanon Michael Aoun mengatakan, ledakan dahsyat itu dipicu oleh timbunan 2.750 ton amonium nitrat - yang lazim digunakan sebagai bahan baku pupuk dan peledak - yang tersimpan di gudang selama 6 tahun tanpa adanya standar keamanan.
"Pemerintah bertekad untuk menyelidiki dan mengekspos apa yang terjadi sesegera mungkin. Kami akan meminta pertanggungjawaban dan akuntabilitas pihak-pihak yang telah lalai," ujar Aoun.

Sumber resmi lainnya mengungkap, insiden itu berawal dari kelalaian pihak-pihak terkait. Tak ada yang dilakukan oleh komite dan hakim yang terlibat dalam masalah ini, untuk memerintahkan pemindahan material berbahaya. 

Komentar